Pembebasan Pilot Susi Air dari KST Papua Demi Lanjutkan Pembangunan - BERITA GORONTALO

Senin, 06 Maret 2023

Pembebasan Pilot Susi Air dari KST Papua Demi Lanjutkan Pembangunan

Oleh : Rebecca Marian )*

Keselamatan dan pembebasan Pilot Susi Air menjadi hal penting karena memang berperan untuk membuka isolasi yang berada di Papua Pegunungan. Kekerasan harus segera bisa dihapuskan untuk membawa perdamaian kembali.

Penyanderaan pilot Pesawat Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST Papua) pimpinan Egianus Kogoya terus menyita perhatian. Bahkan pihak aparat keamanan yang tergabung dalam personel gabungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga terus melakukan upaya mereka untuk melakukan misi penyelamatan.

Meski begitu, pihak aparat keamanan tetap akan berhati-hati dalam bertindak dan melakukan penyelamatan terhadap Philip Mark Mehrtens tersebut. Bukan tanpa alasan, pasalnya memang tragedi penculikan itu menyangkut nyawa seorang warga negara asing (WNA) yakni sang pilot sendiri yang berwarganegaraan Selandia Baru.

Sejauh ini aparat keamanan sudah bertindak dengan perhitungan yang sangat tepat, terlebih memang pihak Pemerintah Republik Indonesia (RI) juga sudah menjalin komunikasi secara langsung dengan pihak pemerintah Selandia Baru.

Namun justru, di sisi lain KST Papua tetap saja ingin agar permintaan dan tuntutan mereka terkait persyaratan untuk membebaskan pilot pesawat Susi Air tersebut bisa terpenuhi. Padahal memang TNI dan Polri langsung dengan tegas menolak mentah-mentah permintaan mereka yang dianggap sama sekali tidak masuk akal.

Maka dari itu, upaya negosiasi terus saja dilakukan oleh aparat keamanan dengan pihak KST Papua, termasuk juga menunggu negosiasi dari negara-negara luar lainnya. Perlu diketahui bahwa pilot Philip Mark Mehrtens sendiri sudah disandera oleh KST Papua sejak tanggal 7 Februari 2023 lalu.

Sementara itu, Pengamat Politik, Ikrar Nusa Bhakti dalam salah satu diskusi di stasiun televisi menyampaikan bahwa memang kiprah yang dimiliki oleh maskapai Susi Air sendiri di Papua sudah cukup lama, yakni sejak tahun 2006 silam, yang mana kini mereka sudah mengoperasikan sekitar 22 pesawat.

Untuk itu, menjadi sangat penting keberadaan dari pesawat perintis seperti Susi Air karena mereka memiliki misi untuk membawa bantuan dan menyalurkannya ke Papua Pegunungan dan mampu membuka isolasi di wilayah tersebut.

Tidak bisa dipungkiri pula bahwa memang di daerah sana sangat sulit apabila akses terus dilakukan melalui jalur darat. Maka dari itu, pihak-pihak yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan termasuk juga memberikan bahan-bahan pokok harus melalui jalur udara.

Ikrar Nusa Bhakti kemudian menegaskan bahwa penerbangan-penerbangan yang dilakukan oleh pesawat perintis menjadi sangatlah penting. Sehingga dirinya sangat menyayangkan kasus pembakaran pesawat Susi Air yang dilakukan oleh KST Papua. Bahkan dirinya menerangkan bahwa kasus pembakaran ini bukan kali pertama terjadi, lantaran sebelumnya pada tahun 2021 lalu juga sempat terjadi hal serupa.

Pengamat politik tersebut berharap bahwa pendekatan keamanan yang represif adalah merupakan jalan dan pilihan paling terakhir yang bisa dilakukan. Karena sejatinya Pemerintah RI sendiri masih memiliki beberapa kemungkinan pilihan lain yang bisa terus diupayakan dalam penanganan kasus ini.

Salah satunya adalah dengan pendekatan menggunakan orang ketiga atau mediator, yang mana pemerintah sendiri juga sudah berpengalaman dalam hal itu, karena bercermin pada keberhasilan mediasi ketika berkonflik dengan Aceh beberapa waktu silam. Dirinya menilai bahwa kelompok agamawan dan juga kelompok asli daerah menjadi pilihan tepat yang bisa digunakan terlebih dahulu.

Selain itu, dia juga meyakini bahwa apabila para tokoh agama bisa menyatu dan memiliki satu visi misi yang sama terkait penanganan kasus ini, maka mereka bisa menyelesaikan konflik adat setempat dengan baik.

Bagaimanapun, tidak bisa dipungkiri bahwa perdamaian yang ada di Papua menjadi sangat penting lantaran hal itu bukan hanya berkaitan dengan kepentingan rakyat setempat dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan saja, namun juga untuk dunia internasional lantaran memang banyaknya investasi di Papua.

Di sisi lain, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Jayapura, Albert Yoku menjelaskan bahwa para pilot itu sejatinya adalah para pahlawan yang mampu membuka keterisolasian di Papua Pegunungan dan juga sekaligus menjadi pahlawan peradaban baru bagi orang di Bumi Cenderawasih.

Karena menurutnya pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pilot bukanlah hal yang kecil, lantaran mereka membawa peradanan dan pembangunan di Papua Pegunungan, bahkan mereka juga rela mempertaruhkan nyawa mereka dengan jalur yang sulit dan juga cuaca yang kadang kondisinya buruk.

Keselamatan yang dimiliki oleh pilot pesawat Susi Air menjadi sangat penting karena kini dirinya berada dalam posisi tersandera oleh KST Papua. Bagaimana tidak, karena memang peranan yang dimiliki oleh pesawat perintis mampu membuka isolasi di Papua Pegunungan dan membangun peradaban.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda